Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Kolaborasi Suami-Istri

Kolaborasi Suami-Istri

Menikah adalah menyatukan dua perbedaan agar berbuah kekuatan. Menyatukan bukan berarti memaksakan perbedaan menjadi satu dan sama. Tapi memberi ruang baginya untuk terus tumbuh bersama dalam perbedaan. Bayangkan sebuah orkestra yang menghasilkan pertunjukkan memukau justru lahir dari harmoni pemain dan alat musik yang beragam. Kolaborasi suami dan istri akan melahirkan kekuatan yang hebat bila masing-masing pandai memainkan perannya.

Saat kita melakukan kolaborasi sesungguhnya Allah menjadi bagian dari itu, ini diterangkan dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud, ‘Sesunggunya Allah berfirman, Aku adalah orang ketiga dari dua hamba-Ku yang berkolaborasi selama keduanya tidak berkhianat. Jika salah satunya berkhianat, Aku akan keluar dari keduanya dan penggantinya adalah setan’. Tentu jika Allah bersama kita tak ada satupun perkara dunia yang sulit untuk diraih.

Tentu saja dalam praktiknya, kolaborasi suami-istri tak semudah teori-teori yang dibaca dari berbagai literatur yang ada atau nasehat yang didengar saat khutbah pernikahan dulu. Dalam perjalanannya perbedaan tak jarang berujung konflik kecil maupun besar yang menjadi kerikil dan karang dalam perjalanan bahtera perkawinan. Namun, usaha untuk mensinergiskan perbedaan agar menghasilkan harmoni dalam kolaborasi yang apik harus terus diikhtiarkan. Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa membantu suami-istri dalam membangun kolaborasi.

Pertama, luruskan niat. Ingat-ingat lagi apa yang menjadi tujuan dari pernikahan kita. Sudah ‘luruskah?’ Jika ditanya untuk apa Anda menikah? Mungkin ada yang menjawab untuk melengkapi sunnah Rasulullah saw, ada juga yang menjawab untuk menyempurnakan kebahagiaan. Kebahagiaan, begitulah salah satu alasan untuk menikah. Biasanya pembuktiannya adalah dengan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Itu semua dilakukan sebagai bukti kasih sayang pada keluarga, kepada istri, suami, dan anak.

Sesungguhnya kasih dan sayang itu milik siapa? bukankah itu sifat-sifat Allah Penguasa Semesta? Lalu setujukah jika dikatakan bahwa sejatinya, saat kita bekerja keras untuk kebahagiaan keluarga yang menjadi tujuan kita menikah sesungguhnya sedang memperjuangkan sifat-sifat Allah, memperjuangkan kebaikan dan nilai-nilai mulia, diantaranya kasih dan sayang. Maka dalam kolaborasi suami-istri, meluruskan niat karena Allah menjadi prasyarat utama untuk menghasilkan kolaborasi yang hebat dan menguatkan.

Kedua, setelah meluruskan niat, dalam kolaborasi suami-istri harus ada kesediaan untuk saling menghebatkan pasangannya. Hebatkan pasanganmu. Jamil Azzaini, seorang inspirator sukses mulia dengan baik mengambarkan bagaimana memperlakukan pasangan, terutama istri, ‘Dia bukan staf atau karyawan Anda. Dia juga bukanlah pembantu Anda. Bila Anda belum punya pembantu atau mungkin pembantu tidak masuk kerja, ringankanlah dan bantulah istri Anda’, tulis pria yang biasa disebut kakeknya para trainer ini. Baik suami maupun istri harus diberi kesempatan yang sama untuk mengasah dan meningkatkan kemampuannya.

Kesediaan untuk saling menghebatkan itu membutuhkan keterbukaan diantara suami-istri. Dan pintu masuk menjalin keterbukaan itu adalah komunikasi. Maka, tips ketiga untuk menciptakan kolaborasi suami-istri yang powerful adalah dengan menjalin komunikasi. Sering hal sepele menjadi besar, hanya karena kegagalan kita memahami lawan bicara kita. Meski sudah hidup bertahun-tahun bersama, salah persepsi suami-istri masih sering terjadi. Maka rahasia dalam komunikasi adalah mengelola persepsi, agar apa yang kita pikirkan sesuai dengan apa yang dimaksud pasangan kita. Jangan terburu-buru ‘menyimpulkan’ apa yang kita dengar atau lihat, sebab belum tentu itu yang sebenarnya terjadi. Maka komunikasikanlah! Wallahu ‘Alam Bissawab.

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
Sila berkunjung pula ke  http://jujulmaman.blogspot.com dan https://www.facebook.com/julmansyah.putra



2 Comments

  1. T o p. B g t

Leave a Reply