Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Perempuan Baik Untuk Lelaki Baik

Perempuan Baik Untuk Lelaki Baik

Banyak sahabat yang bilang betapa beruntungnya saya mendapatkan istri yang baik. kadang perkataan itu sering dibuat untuk menggoda saya yang memang memiliki masa lalu buruk. Saya memang bukan lelaki baik di masa lalu, sekarang pun masih begitu dan sedang menikmati proses terus menjadi baik agar disebut pantas untuk mendapat istri yang baik.

Bukankah begitulah seharusnya, wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, sebagaimana Allah mengatakan, ‘Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga). (QS. An-Nur [24]: 26).

Suatu sore saya pernah berbincang dengan sahabat-sahabat di kantor. Sembari menunggu hujan reda untuk pulang kantor, ada salah seorang sahabat yang sedang dirundung kebimbangan. Ia belum begitu yakin dengan seorang lelaki yang kini sedang dekat dengannya. Banyak yang memberikan masukan untuknya agar memantabkan hati, sampai pada akhirnya saya mengatakan, ‘tenang saja, perempuan yang baik pasti untuk lelaki yang baik’. ‘baikkan saja dirimu, insyaAllah Yang Maha Baik akan membaikkan calon pasanganmu’, lanjut saya meyakinkannya.

Kata-kata saya yang mengutip firman Allah itu menjadi penutup perbincangan sore itu. Kami bersiap untuk pulang. Tapi tidak dengan pikiran dan perasaan saya. Akhir bincang sore itu menjadi awal perenungan untuk diri sendiri. Timbul sebuah pertanyaan yang menggoda, sebelum menikah calon istri saya adalah orang baik, sholehah, setidaknya begitu menurut pandangan sahabat-sahabatnya. Sementara saya, masih menurut para sahabat, dan memang begitu, bukanlah lelaki yang baik. Boleh dibilang tak pantas buat perempuan sebaik istri saya. Lalu kenapa kami berjodoh dan menikah?

Bagaimana firman Allah dalam surat An-Nur itu menjelaskan kasus saya? Bukakah sekali lagi yang baik itu untuk yang baik pula? Saya coba mencari pembenaran, ‘ah mungkin saja saya dulu kelihatannya saja buruk, luarnya busuk tapi bagus dalamnya’. Tapi rasa-rasanya tidak, saya mengakui bahwa saya memang bukan orang yang baik, banyak dosa yang saya lakukan, banyak perintah yang saya abaikan, banyak, banyak sekali.

Apa yang sesungguhnya terjadi? Sejak obrolan di kantor sore itu saya terus mencari jawaban tentang bagaimana menjelaskan perkara ini, bahwa saya yang tidak baik bisa bersanding dengan perempuan yang baik.

Allah memang Maha Berkehendak, mudah sekali bagi-Nya untuk memungkinkan yang bagi kita tidak mungkin. Apa yang saya alami, bertemu dengan wanita baik adalah anugrah Allah yang luar biasa, saya bersyukur untuk itu. Saya yakin Allah menyayangi wanita baik (istri saya), Dia tak mungkin memberi yang buruk (saya sebagai suami) untuk dirinya. Itu sudah janji Allah dan Dia tidak akan mengingkarinya.

Menurut saya, Allah mengabulkan doa istri saya, yang meminta saya menjadi jodohnya. Karena Allah sayang padanya, maka Dia tak serta-merta memberikan saya yang tak baik. Allah terlebih dahulu membaikkan diri saya. Memantaskan saya agar layak disandingkan bagi perempuan yang baik. Perlahan saya dipertemukan dengan pekerjaan dan orang-orang yang mengharuskan saya menjadi baik. Sungguh indah cara Allah mengasihi hambanya.

Percayalah, jika ingin pasanganmu baik tugas pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki diri sendiri untuk disebut baik. Kadang kita terlalu sibuk mengoreksi pasangan kita, dia harus begini, dia harus begitu, sampai lupa bertanya pada diri sendiri, sudah baikkah kita? Sekali lagi, siapa kita menentukan siapa dan bagaimana pasangan kita. Wallahu ‘Alam Bissawab.

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
Sila berkunjung pula ke http://www.dfq-indonesia.org dan http://jujulmaman.blogspot.com
 



Leave a Reply