Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Kado Tahun Baru

Kado Tahun Baru

Sulung tampak bingung, ia terlihat mondar-mandir keluar masuk ruang kantornya. Sambil berkali-kali menelpon istrinya yang rupanya memberi kabar tentang keluhan nyeri perut yang dirasakan sang istri menjelang hari persalinan. Maklum ini anak pertma bagi Sulung, ia benar-benar tak mengerti soal tanda-tanda seorang ibu hamil yang sudah akan melahirkan.

Tanpa kata, Sulung segera googling artikel perihal tanda-tanda menjelang wanita melahirkan. Ia baca satu-satu tiap tulisan, entah mengerti atau tidak tentang isi artikel-artikel itu. Entahlah tak begitu nampak dari raut wajah Sulung yang tanpa ekspresi, wajahnya datar. Tapi Sulung berkali-kali mengangguk-anggukkan kepalanya, kadang sambil bergumam, ‘mmmmm, oooooo’ dan menggaruk-garuk kepalanya yang sudah pasti tak gatal.

Handphone Sulung kembali berdering, kali ini nada sms masuk rupanya. Tanpa melirik ke arah handphone yang tergeletak di sampingnya, Sulung meraih dengan cepat lalu membaca isi pesan yang dikirim istrunya. Khusyu’ betul ia membaca, sampai diulangnya beberapa kali.

Dan seperti sebelumnya, Sulung kembali mondar-mandir ke luar ruang kantornya, ia menelpon istrinya segera, mungkin sms sudah tak sempat waktu atau ia malas berpikir merangkai dan menulis kata. ‘Hallo, salamualaikum, gimana sayang?’, tanya Sulung. ‘Apa aku harus pulang sekarang?’ Sulung meneruskan. Ia terus saja bicara dan bertanya tanpa sempat istrinya menjawab. Kelihatan betul kalau Sulung sedang bingung.

Akhrinya, setelah berkali-kali menelpon, Sulung memutuskan untuk menunggu perkembangan dan menahan diri untuk segera pulang ke rumah mertua yang memang cukup jauh dari rumah kontrakannya. Butuh waktu sekitar lima jam perjalanan dengan bus hingga sampai di rumah mertuanya. ‘Aa tenang saja dulu, aku masih bisa nahan sakitnya ko’, ucap istrinya coba menenagkan Sulung.

***

Pagi itu hari Minggu, tepat di awal tahun 2012, Sulung masih asik di depan layar note booknya, ia asik ‘silaturahim online’ alias berselancar di sosial media. Maklum salah satu kegemaran Sulung adalah narsis-narsisan, mulai dari mengupload foto-foto sampai mengupdate status alay yang juga kadang lebay. Meski sudah hampir memiliki momongan, Sulung masih saja ingin tampil unyu.

Sedang asik mengomentari dan menjawab komentar status-status di jejaring sosialnya, handphone Sulung yang sedari tadi belum berbunyi, akhirnya terdengar juga suaranya. Rupanya istrinya yang menelpon, ‘sayang bisa pulang nggak hari ini?’, tanya sang istri. ‘Aku takut malam ini aku melahirkan’, lanjut istrinya. Dari suaranya, Sulung mersakan sang istri sedang menahan sakit.

‘Ya, ya aku pulang hari ini sayang, aku mau nyuci baju sebentar, tanggung sudah terlanjur direndam, takutnya bau’, jawab Sulung.

Semangat sekali Sulung menyelesaikan pekerjaan rumah yang sudah mulai menggunung, maklum semenjak istrinya harus pulang dan menunggu masa persalinan di rumah orang tuanya, Sulung yang sendiri di kontrakannya jarang sekali mencicil cucian. Baju yang sudah dipakainya dibiarkan saja bertumpuk, lalu diakhir pekan biasanya ia bereskan.

Sulung sudah mulai terlena dengan bantuan istrinya. Sebab biasanya jika ia yang mencuci maka istrinya yang menjemur dan menyetrika pakaian. Tugasnya hanya mencuci baju itu juga hanya sesekali, kecuali di awal-awal kehamilan istrinya, Sulung yang mengambil peran cuci-mencuci. Dan selebihnya membersihkan teras depan, lalu ia merebahkan tubuhnya di ruang depan sambil menonton TV.

Biasanya, disela-sela bersantainya itulah Sulung menggoda istrinya. Kadang ia menyanyikan lagu asal yang dikarang-karangnya sendiri dengan mengambil nada lagu yang populer. Kadang ia suka bicara sendiri, apa saja asal itu menggoda istrinya. Saat selesai mencuci misalnya, biasanya ia bilang ‘waduh sayang luntur sudah ke-macho-an aku ini, masa kerjanya tiap libur nyuci aja’, istrinya selalu tergelak tawanya jika suaminya mulai melantur berkicau seperti burung kutilang yang biasa makan cabai.

Begitulah kelakuan Sulung setelah melakukan rutinitas hari liburnya bersama istri di kontrakan sederhananya.

***

Sulung, bergegas merampungkan pekerjaan dan segera mandi lalu bersiap untuk berangkat menuju rumah mertuanya. Hari itu Sulung mengenakan celana pendek andalannya yang baru ia beli sebulan yang lalu. Tas kecil yang disandangkannya di pundak, dengan menjinjing notebook kesayangannya.

Sambil melambaikan tangannya Sulung memanggil ojeg yang biasa mangkal di perempatan jalan dekat rumah kontarakannya. Maklum, lokasi kontrakan Sulung jauh dari jalan raya, sehingga perlu ojeg untuk menghantarkannya ke depan, untuk kemudian dengan kendaraan bus ia meluncur menuju rumah mertua dan bersiap menjadi suami siaga yang akan menemani detik-detik kelahiran anak pertamanya.

Lama juga Sulung menunggu bus, kalaupun ada bus yang lewat juga sudah penuh sesak penumpang, Sulung malas berdiri. Maklum perjalanan menuju kediaman mertuanya cukup jauh dan butuh waktu yang tidak sebentar. Bagi Sulung lebih baik ia menunggu, walau ia harus menahan pipis karena cemas. Sebentar-sebentar ia melihat handponenya, kalau-kalau ada sms atau telpon dari istrinya.

Akhirnya dapat jua Sulung bus yang lumayan kosong. Ia bergegas berlari kecil berebut bangku kosong dengan penumpang lain yang juga menunggu. Setelah duduk santai dan merasa tenang Sulung segera memeberi tahu istrinya. ‘Sayang, aku sudah duduk manis, manis sekali di bus menuju rumah, tunggu aku ya’, begitu bunyi sms yang Sulung kirimkan pada istrinya. Sulung memang suka sok manis. Sebenarnya itu ia lakukan untuk menenangkan dirinya sendiri dan menghibur istrinya yang menunggu kedatangannya.

Setelah beberapa kali berbalas sms dengan sang istri, Sulung pun memilih untuk istirahat dengan memaksakan dirinya untuk tidur meski tak begitu mengantuk. Sulung sadar betul malam ini akan terasa sangat panjang, sebab sakit perut yang dikeluhkan istrinya semakin sering. Dan itu pertanda sudah dekat waktu melahirkannya.

***

Hari itu adalah awal tahun 2012 dimana Sulung dan istrinya mendapat kado terindah dari Sang Pemilik Hidup, seorang putri mungil, yang mereka beri nama Ghina Embun Kayyisa.

 

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
Sila berkunjung pula ke http://www.dfq-indonesia.org dan http://jujulmaman.blogspot.com

Leave a Reply