Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Kesan Pertama dan Presentasi (2)

Kesan Pertama dan Presentasi (2)

Pertama, perhatikan penampilan Anda. ‘Jangan menilai buku dari sampulnya’. Kalimat ini sering dipakai sebagai nasehat agar kita tak terburu-buru menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Saya setuju jika itu dimaksudkan agar kita tidak berhenti pada aspek luaran saja. Tapi, tak bisa disangkal penilaian pertama salah satunya justru melalui tampilan luar itu sendiri.

Pernah suatu hari saya sakit dan datang ke sebuah klinik. Itu pertama kalinya saya berobat ke tempat itu. Pertama masuk klinik saya sudah tak begitu nyaman, pencahayaan ruangan redup, tempat praktek yang tak begitu besar dengan cat dinding sudah tak cerah lagi. Hal itu ditambah lagi dengan dokter praktek yang menurut saya cara berpakaianya tak mencerminkan bahwa dirinya seorang dokter. Lebih-lebih saat itu beliau tak mengenakan jas putih yang biasa menjadi setelan dinas seorang dokter saat praktek. Kesan itu sampai sekarang masih saya ingat, dan tentu saya tak lagi mau berkunjung ke tempat itu.

Atau mari banyangkan, ketika Anda sedang menghadiri acara resmi, tapi tiba-tiba Anda melihat pembicaranya hanya mengenakan baju kaos oblong, celana yang tak rapih, dan dia mengenakan sandal japit sebagai alas kakinya. Apa yang ada di pikran Anda? Pecayakah Anda padanya? Atau bersediakah Anda untuk terus menikmati presenasinya? Jika pertanyaan itu untuk saya, jawabnya adalah saya akan berpikir ulang untuk terus berada di tempat itu.

Apakah salah ketika memutuskan tidak melanjutkan komunikasi dengan seseorang hanya melihat tampilan luarnya saja? Tidak. Sebab kita tak bisa memaksa orang lain untuk menerima kita apa adanya. Mereka memiliki kebebasan menilai kita dari sudut pandang yang mereka miliki. Termasuk menentukan apakah mereka harus mendengar apa yang kita presenasikan atau tidak. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri, dalam hal ini penampilan agar mereka mendapatkan citra diri positif tentang kita. Dan akhirnya, rasa percaya dan hormat akan mereka berikan kepada kita.

Penampilan seperti apa yang harus dimiliki atau disiapkan seorang presenter ketika menghadapi sebuah presentasi atau komunikasi? Penampilan utama terlihat dari pakaian yang dikenakan, mulai dari kesesuaian dengan tema presentasi atau audiens yang dihapati, kombinasi warna pakaian yang digunakan, sampai pada kebersihan juga kerapihannya. Semua itu membantu audiens menciptakan kesan pertama yang positif terhadap kita.

Maka, seorang pembicara hendaknya mengetahui audiens yang akan menghadiri presentasinya. Mengenali audiens bisa menjadi acuan untuk menentukan konstum yang hendak digunakan. Semakin dekat penampilan seorang pembicara dengan audiensnya, akan semakin terbuka penerimaan mereka. Sebab kita menciptakan kesan bahwa kita adalah bagian dari mereka.

Ada cerita menarik mengenai seorang trainer yang mengamalkan prinsip ini. Kisah ini diceritakan guru saya saat mengikuti training beliu. Seorang trainer muda diundang ke pedalaman Papua untuk memberikan motivasi. Pada acara tersebut si trainer muda bukan pembicara tunggal. Dia mendapat giliran hari kedua untuk membawakan materinya. Namun karena ingin mendalami karakter peserta, termasuk pakaian apa yang mereka kenakan. Sehingga pada saat dia tampil tidak salah kostum.

Dari luar ruangan si trainer muda melihat pembicara hari pertama menyampaikan materinya. ‘Ugh, pembicara amatir’, gumamnya dalam hati. Dia melihat pembicara itu menggunakan jas, dasi, dan bersepatu hitam mengkilap. Sementara teori yang pernah didapatnya adalah, pakaian pembicara sedapat mungkin disesuaikan dengan siapa audiens. Hari itu seluruh peserta menggunakan koteka. ‘Lihat saja besok gilaran saya’, si trainer muda membatin kembali dalam hatinya sambil pergi meninggalkan tempat training.

Tibalah hari diaman si trainer muda tampil mengisi materinya. Sesuai pengamatan dan hasil evaluasinya di hari pertama, si trainer muda memutuskan untuk menggunakan koteka sebagaimana peserta menggunakannya. Dengan penuh percaya diri dan keyakinan bahwa dia akan berhasil memberikan kesan yang menarik hati peserta, si trainer muda memasuki ruangan training. Dan betapa terkejutnya dia, hari itu seluruh peserta berpakaian rapih dengan menggunakan setelan jas lengkap dengan dasinya.

Klik: Kesan Pertama dan Presentasi (1) / Kesan Pertama dan Presentasi (3)

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
atau di facebook Julmansyah Putra
 
 

No Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kesan Pertama dan Presentasi (3) | Julmansyahputra - […] Klik: Kesan Pertama dan Presentasi (1) / Kesan Pertama dan Presentasi (2) […]
  2. Kesan Pertama dan Presentasi (1) | Julmansyahputra - […] membacanya di sini ya, Kesan Pertama dan Presentasi (2) / Kesan Pertama dan Presentasi […]

Leave a Reply