Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Kesan Pertama dan Presentasi (3)

Kesan Pertama dan Presentasi (3)

Kedua, tersenyumlah. Setelah memastikan bahwa penampilan sudah pas dan pantas. Maka saatnya menunjukkan sikap baik Anda. Dan senjata paling ampuh untuk bagian ini adalah senyum. Senyum dapat meluluhkan hati. Karenanya wajar senyum disebut ibadah. Senyum adalah shodaqoh. Tersenyumlah dengan tulus, orang akan membalas dengan tersenyum dan menilai positif pada pribadi Anda.

Tersenyum harus dilakukan dengan tulus. Sebab orang lain atau adiens dapat membedakan apakah Anda sedang sungguh-sungguh menyapa mereka dengan hangat atau hanya sekedar basa-basi. Jika model kedua yang dilakukan, maka kesan pertama positif tentu tidak akan Anda dapatkan. Tersenyum dengan benar dapat memikat hari audiens, sebab sesungguhnya sedang mentransfer kebahagiaan yang sedang Anda rasakan kepada mereka.

Adalah senyum Duchenne (Duchenne Smile), dikenal dengan senyum yang asli atau tulus. Bukan pura-pura hanya karena ingin terlihat sopan di hadapan orang lain. Istilah Duchenne Smile diambi nama seorang pakar fisiologi, Duchenne de Boulogne, seorang penemu distrofi otot berkebangsaan Prancis. Senyum model ini melibatkan otot-otot di sekitar mata. Pada saat seorang terseyum, matanya akan bergerak dan sedirkit berkerut atau ada tampak garis di sudut matanya.

Oleh karena senyum yang tulus bisa dilakukan karena Anda benar-benar sedang bahagia, maka penting bagi Anda seorang preseneter, terutama ketika menyapa audiens untuk pertama kali, menunjukkan kebahagiaan Anda. Bahwa Anda senang berjumpa dan berbagi pengalaman dengan mereka. pikirkanlah hal-hal yang positif yang dapat melahirkan rasa bahagia dalam diri Anda.

Mulai sekarang, periksalah apakah diri Anda tersenyum ketika bertemu dengan orang lain? Jika belum lakukan dengan tulus, dan buktikan sendiri hasilnya.

Ketiga, buka presentasi dengan cara yang luar biasa. Memperhatikan penampilan dan tersnyum adalah dua aktivitas yang bisa dilakukan sebelum presentasi dimulai. Keduanya merupakan investasi untuk memastikan perhatian audiens ketika Anda naik ke panggung dan memulai presentasi.

Namun, cara membuka presentasi Anda menjadi penguat pada kesan pertama yang sudah diciptakan sebelumnya. Membuka dengan cara yang luar biasa membuat audiens semakin yakin dan percara kepada Anda. Sehingga mereka dengan senang hati akan mengikuti presentasi sampai kalimat penutup.

Biasanya, seorang presenter ada yang menghabiskan detik-detik pertama presentasinya hanya untuk mengatakan hal-hal yang kurang penting. Misalnya, mengatakan bahwa dia hanya pengganti, atau dia merasa gugup, tidak siap dan sebagainya. Audiens tidak peduli itu semua, yang mereka inginkan adalah bagaimana Anda sebagai seorang presenter dapat ‘memuaskan’ mereka.

Akhhirnya, Kita tak bisa menghakimi orang lain atas penilaian mereka tehadap kita. Atau mengarahkan persepsi audiens terhadap kita sebagai presenter. Mereka bebas menentukan persepsi. Baik dan buruknya kesan audiens terhadap kita merupakan hasil dari apa yang sejatinya kita ciptakan sendiri. Buatlah kesan pertama yang menggoda, yakinlah audiens ada akan menerima dan selalu mengingat presentasi Anda. Wallahu ‘Alam Bissawab.

Klik: Kesan Pertama dan Presentasi (1) / Kesan Pertama dan Presentasi (2)

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
atau di facebook Julmansyah Putra 

No Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kesan Pertama dan Presentasi (2) | Julmansyahputra - […] Klik: Kesan Pertama dan Presentasi (1) / Kesan Pertama dan Presentasi (3) […]

Leave a Reply