Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Menutup Presentasi

Menutup Presentasi

 

Penutupan dalam presentasi sama pentingnya dengan pembukaan. Akhir presentasi bisa menjadi awal pertemuan kita berikutnya, atau akan menjadi akhir selamanya. Kita tidak akan diundang lagi untuk menyampaikan materi atau jika kita sedang menjual produk entah jasa atau barang kemungkinan besar orang tidak jadi membeli dagangan kita. Apa yang kita lakukan di bagian akhir menjadi salah satu penentu kesuksesan seluruh tahapan presentasi.

Pada bagian akhir presentasi, seorang presenter penting untuk memberikan kesimpulan atau lebih tepatnya mengulang beberapa kata kunci yang sudah disampaikan sebelumnya. Sehingga audiens kembali mengingat ringkasan alur presentasi. Setelah memutar ulang memori audiens, tutup presentasi dengan efektif. Berikut ini tiga cara menciptakan akhir yang tak terlupakan oleh audiens.

Pertama, tutup dengan kutipan sederhana. Gunakan kutipan (quote) yang mewakili presentasi Anda. Sederhana namun inspiratif. Bisa berisi kutipan lucu, serius, bahkan ironis. Kutipan juga dapat berfungsi sebagai penguat ide presentasi, menggerakkan mereka untuk melakukan sesuatu, memberi audiens harapan baru bagi hidup atau karir mereka.

Misalnya, saat memberikan workshop Visual Presentasi dengan audiens guru, saya menutup presentasi dengan sebuah kutipan dari William Arthur Ward, seorang guru dan pemuka agama, tentang empat karakter guru sebagai berikut: ‘Guru yang biasa hanya memberi tahu, Guru yang baik memberi penjelasan, Guru yang ulung mendemonstrasikan, sementara guru yang hebat memberi inspirasi’. Untuk memberikan sedikit kesan dramatik, saya menambahkan sebuah pertanyaan yang tak perlu dijawab audiens; ‘Dan sekarang kita tipe guru yang mana?’

Pastikan kutipan memberi kesan kuat, sebab kalimat terakhir itulah yang dibawa pulang oleh audiens.

Kedua, ajak untuk beraksi. Bahasa yang sering dipakai untuk menjelaskan cara menutup presentasi yang kedua ini adalah call to action. Saat sedang mempresentasikan sebuah produk, harapannya bukan sekedar membuat audiens terkesan pada apa yang disampaikan. Sampaikan kepada audiens bagaimana mereka bisa mendapatkan produk tersebut. Atau jika mereka membelinya lansung, hari itu pada Anda, maka mereka akan mendapatkan potongan harga, dan seterusnya.

Berbeda jika Anda sebagai seorang inspiratory atau motivator. Diakhir ajaklah audiens mempraktekkan langkah demi langkah tips-tips motivasi yang Anda berikan kepada mereka. Dengan demikian, mereka tidak hanya termotivasi pada saat itu, tapi ada keinginan untuk melakukan sesuatu ketika pulang ke rumah.

Biasanya, dalam Visual Presentasi untuk public workshop, diahkir saya mengajak audiens tidak hanya berhenti di hari ketika mereka mengikuti workshop saja. Mereka perlu terus berlatih mempraktekkan apa yang mereka dapat. Misalnya saya mengatakan, ‘Kesuksesan bukanlah sesuatu yang didapat dengan tiba-tiba. Butuh proses dan kerja keras untuk mendapatkannya. Termasuk ketika kita mendesain slide presentasi. Workshop hari ini adalah awal, dimana kita belajar beberapa teori dan praktek. Maka untuk menjadi ahli, yang Anda harus lakukan adalah berlatih, berlatih, dan berlatih.’

Ketiga, tutup dengan kisah yang menarik. Serupa dengan membuka presentasi, bercerita di akhir juga menjadi cara yang ampuh untuk memberi kesan kepada audiens. Bercerita merangsang otak, sehingga audiens dapat merasakan kepedihan, rasa bahagia, semangat, dan sebagainya. Cerita yang disampaikan tak selalu harus berakhir dengan kisah indah. Tapi pastikan cerita Anda sebagai penutup presentasi mampu membangkitkan emosi audiens. Dan itulah yang akan mereka selalu ingat dalam presentasi Anda.

Akhirnya, jika pada bagian awal presentasi, tugas seorang presenter adalah mengikat dan memikat hati audiens agar betah untuk tetap duduk di kursinya hingga acara selesai. Maka, pada bagian akhir buatlah mereka terkagum pada Anda. Berilah audiens ‘oleh-oleh’ untuk mereka bawa pulang ke rumah, bisa sebuah kutipan, ajakan untuk melakukan sesuatu, atau gugah emosi mereka dengan sebuah cerita. Wallahu ‘Alam Bissawab.

 

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
atau di facebook Julmansyah Putra
 

Leave a Reply