Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Presentasi Efektif

Presentasi Efektif

Presentasi adalah komunikasi. Semakin visual komunikasi, maka akan semakin efektif hasilnya. Menurut Ekaterina Walter dan Jessica Gioglio, dalam The Power Of Visual Story Telling, “Otak manusia memproses informasi visual 60.000 kali lebih cepat dari pada informasi tertulis.”

Secara sederhana, komunikasi dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan (ide atau informasi) dari seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan) melalui media tertentu dengan harapan mendapat umpan balik yang positif. Ini senada dengan definisi komunikasi menerut Harold D. Lasswell, seorang pakar komunikasi, yaitu who? says what? in which channel? to whom? with what effect?

Dalam presentasi visual, seorang presenter yang sedang menyampaikan materinya disebut dengan komunikator, sementara audiensnya dikenal dengan komunikan. Media yang digunakan adalah slide presentasi yang didesain sedemikian rupa hingga tampak indah dan mudah dimengerti audiens. Harapannya adalah efek positif dapat dirasakan dari prsentasi tersebut.

Presentasi visual utamanya ditujukan untuk mempermudah audiens menerima informasi atau ide yang disampaikan. Tampilan media slide yang visual membantu audiens melihat apa yang presenter lihat. Jika apa yang dipikirkan oleh presenter sesuai dengan yang dipahami audiens, maka komunikasi tersebut dapat disebut efektif.

Sayangnya, selama ini yang sering terjadi justru sebaliknya. Media slide presentasi masih jamak dipahami sebagai alat untuk memudahkan presenter. Sehingga tampilan slide menjadi sangat penuh, sebab semua informasi (materi) berusaha dimaksukkan dalam slide. Celakanya, presenter bukan ‘mempresentasikan’ materinya, tapi lebih berperan sebagai ‘juru baca’ slide yang ditampilkan.

Alih-alih bermaksud memudahkan dirinya sebagai presenter, yang terjadi justru sebaliknya. Presenter tampak tidak menguasai materi presentasinya dan akhirnya kesan profesional akan jauh darinya. Bila ini yang menjadi persepsi audiens, maka presentasi atau komunikasi tersebut tidak akan efektif. Untuk itulah, fokus utama dalam visual presentasi adalah memudahkan audiens.

Setidaknya ada tiga prinsip penting untuk mencapai presentasi yang efektif, yaitu; sederhana, bermakna, dan visual. Slide presentasi yang sederhana menambah kesan elegan. Karena presenasi untuk memudahkan audiens, maka dalam prinsip sederhana yang ditampilkan hanya kata kunci, bukan narasi seluruh materi. Tugas presenter menjelaskan maksud dari tiap kata kunci yang ditampilkan tersebut.

Kesederhanaan akan semakin maksimal jika presentasi yang disampaikan bermakna. Isinya bermanfaat bagi audiens dan bisa menuntun mereka untuk melakukan action setelahnya. Sedangkan prinsip visual menguatkan prinsip sebelumnya. Seorang presenter yang baik, tidak hanya mengatakan, tapi menunjukkan ide yang disampaikannya.

Akhirnya, kesempatan untuk memberi kesan yang luar biasa dalam setiap presentasi tak bisa diulang. Setiap momentum presentasi memiliki keunikannya masing-masing. Kesan apa yang kita munculkan pada setiap kesempatan presentasi, itulah yang akan tertanam dalam benak audiens tentang diri kita. Kesan baik ataukah buruk, seorang presenterlah yang menciptakannya. Maka, desainlah presentasi Anda agar tampil visual. Hipnotis audiens dengan pertunjukkan Anda. Selamat mencoba. Wallahu ‘Alam Bissawab.

 

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
atau di facebook Julmansyah Putra 

Leave a Reply