Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Ads

Pesan Untuk Tuhan

Pesan Untuk Tuhan
Judul Buku: Pesan untuk Tuhan; Membangun Kembali Karakter Bangsa
Penulis: Prof. Dr. M. Amin Aziz
Penerbit: DFQ. Cetakan: Pertama, Maret 2012
Tebal: xix + 364 Halaman

Kemenangan merupakan janji Tuhan untuk mereka yang khusyu’ dalam shalatnya. Sebuah janji yang tak mungkin Tuhan mengingkarinya. Sayangnya, kebanyakan ritual shalat yang dijalankan tidak berbanding lurus dengan perolehan atas kemenangan sebagai konsekuensi logis dari pelaksanaan ibadah wajib tersebut. Sebagian besar umat Islam semakin jatuh dalam belenggu kemunduran. Perilaku sebagian umat Islam kadang sama sekali tak mencerminkan keislamannya, jauh dari esensi bacaan, gerakan, dan makna shalat yang setidaknya lima waktu didirikan sehari semalam. Mengapa ibadah shalat belum berbanding lurus dengan kemenangan yang dijanjikan Tuhan, malah sebaliknya predikat keji dan munkar hampir melekat pada pribadi muslim dewasa ini. Setidaknya demikian kegelisahan yang ingin disampaikan oleh penulis lewat buku Pesan untuk Tuhan; Membangun Kembali Karakter Bangsa, Prof. M. Amin Aziz.

Kemenagan yang dimaksud atas janji Tuhan bagi mereka yang khusyu’ dalam shalatnya adalah kemenangan dalam segala bidang kehidupan, ekonomi, politik, sosial, juga budaya. Kemenagan itu merupakan bentuk ideal dari terciptanya sebuah tatanan peradaban manusia yang penuh dengan keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan. Sudah tentu proses dari ikhtiar mewujudkan peradaban salam tersebut membutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki karakter yang kuat.

Mungkin Iwan Fals tak juga berlebihan ketika dalam sebuah lirik lagu memimpikan manusia setengah dewa untuk mengurusi bangsa Indonesia. Sebab, pekerjaan untuk membawa bangsa ini keluar dari belenggu krisis multidimensi memang membutuhkan manusia berkarakter dan berbeda dari manusia kebanyakan yang sudah terlanjur terbuai dengan kepasrahan, seolah untuk keluar dari derita krisis adalah mustahil dan mimpi belaka.

Prof. M. Amin Aziz, lewat bukunya berusa memberikan sebuah jalan keluar untuk menghidupkan lagi kemenagan umat manusia yang hampir hilang. Penawar itu adalah dengan membangun kembali karakter bangsa melalui pendidikan dan ibadah, khususnya ibadah shalat. Bagi, Amin Aziz yang juga menulis buku The Power of Al-Fatihah ini, shalat jika dilakukan dengan benar, yaitu menjadikan shalat sebagai sarana meminta tolong kepada Tuhan serta menjadikan shalat sebagai momentum berkomunikasi kepada sang Pencipta, maka ibadah ini akan membentuk karakter dari mereka yang mendirikan shalat.

Pandangan tentang shalat sebagai sarana berkomomunikasi dengan Tuhan memungkinkan seorang hamba untuk menyampaikan pesan (doa) kepada Yang Maha Penjawab doa. Harapannya adalah, terjadi feedback dari penyampain pesan tersebut. Sebab, ketika kita merumuskan dan menyampaikan pesan dalam dialog kita dengan Tuhan, sejatinya telah terjadi proses ikrar diri, tidak hanya berisi meminta. Namun, ada semacam janji diri untuk berfikir, bersikap, dan berperilaku sebagaimana isi dari pesan yang kita sampaikan kepada Allah. Ikrar diri inilah yang jika dilakukan secara berulang-ulang dengan sengaja, sungguh-sungguh, dan khusyu’, maka akan terbentuk pribadi yang berkarakter kuat.

Proses pembentukan karakter lewat ibadah shalat berlangsung dalam proses yang melibatkan segala indera yang telah Tuhan karunikan kepada hambanya. Sebagaimana sebuah proses komunikasi, proses penerjemahan gagasan menjadi pesan (encoding) menghajatkan keterampilan yang melibatkan rasa, pikiran, nalar agar pesan yang akan disampaikan dapat diterima dengan baik oleh komunikan. Dalam konteks shalat, seorang hamba yang mendirikan shalat adalah komunikator, sentara Tuhan menjadi komunikannya. Shalat sebagai media untuk menyampaikan pesan yang dilepaskan oleh seorang hamba. Konsekuensinya, seorang yang mendirikan shalat (yang berkomunikasi dengan Tuhan) harus mengerti pesan yang ia sampaikan dalam proses tersebut, dalam arti bahwa ia harus mengetahui  dan memahami arti dari tiap lafaz yang ia baca dalam shalat.

Prof. M. Amin Aziz, yakin betul bahwa dalam setiap lafaz bacaan shalat mengandung pesan yang secara sengaja dan sadar harus disampaikan kepada Tuhan, sebab tanpa proses penyampain pesan tersbut, shalat seseorang hanya bernilai ritual belaka, tidak menyentuh esensi sesungguhnya, yaitu pembentukan karakter seorang hamba agar terhindar dari perbuatan keji dan munkar serta perolehan kemenangan yang Tuhan janjikan kepadanya. Maka dalam bukunya pun, Amin Aziz menyertakan pesan-pesan dari tiap lafaz yang ada dalam bacaan shalat. Pesan-pesan tersebut hanya merupakan panduan untuk kemudian seorang mushalli merumuskan pesannya sendiri ketika berkomunikasi dengan Tuhannya.

Ijtihad Prof. M. Amin Aziz dalam merumuskan pesan dari tiap bacaan shalat kiranya patut untuk diapresiasi. Beliau telah mengingatkan kembali bahwa shalat yang berkualitaslah (yang khusu’) yang akan membawa kepada kemenangan dan kemenagan itu hanya akan lahir dari manusia-manusia yang berkarakter unggul, terpuji, dan mulia. Pesan yang dirumuskan dalam buku ini setidaknya menjadi semacam peta untuk kemudian dijadikan panduan agar kita dapat merumuskan pesan sendiri, sesuai kebutuhan umat, keluarga, dan pribadi yang disampaikan ketika berkomunikasi dengan sang Pencipta.

Sayang sekali jika buku Pesan untuk Tuhan; Membangun Kembali Karakter Bangsa ini terlewatkan untuk dibaca, terutama bagi para pendidik, orang tua, dan umat Islam pada umumnya. Bagi para guru dan orang tua buku yang ditulis Prof. M. Amin Aziz ini, khususnya terdapat dalam bab tujuh, menyuguhkan langkah-langkah praktis dan konkret bagaimana membentuk pribadi anak didik yang inspirasinya adalah surat al-Fatihah. Amin Aziz, berusaha mengurai karakter apa saja yang terkandung dalam ummul qur’an tersebut, sehingga secara praktis dan operasional dapat diterapkan untuk membentuk karakter seorang anak. Wallahu a’lam bissawab

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
Sila berkunjung pula ke http://www.dfq-indonesia.org  dan jujulmaman.blogspot.com

Ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: