Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Ads

Sholat Itu Meminta

Sholat Itu Meminta

Sholat menjadi momentum ‘perjumpaan’ seorang hamba yang beriman dengan Rabbnya. ‘Shalat adalah mi’raj-nya orang yang beriman’, demikian sebuah hadits menerangkan. Adalah penting memaksimalkan momen ‘perjumpaan’ itu dengan sebaik mungkin, termasuk berdoa, memohonkan sesuatu kepada Zat yang Maha Pengabul doa.

Secara bahasa sholat diartikan dengan doa. Sebab memang, dalam bacaan sholat adalah mengandung doa. Lihat saja misalnya ketika duduk di antara dua sujud, kita berdoa, rabbighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, wahdini, wa’fuanni. Celakanya, ada sebagian orang yang mendirikan sholat, justru tak tahu apa arti dari tiap lafaz bacaan tadi. Bagaimana mungkin seseorang yang meminta (berdoa), tapi tak tahu apa yang ia pinta.

Dalam sebuah survey yang dilakukan sebuah lembaga yang bergerak di bidang dakwah, Dai Fiah Qalilah, menemukan bahwa, dari jamaah masjid di sekitar Jakarta yang ditanyai tentang bacaan dalam sholat, hampir rata-rata masih banyak yang tidak tau arti dari lafaz yang mereka baca.

Sungguh sayang, momen luar biasa yang Allah sediakan untuk berdialog, bermunajat pada-Nya tak kita gunakan dengan semestinya. Buktinya, kita masih abai atas apa yang kita baca dalam sholat. Jika arti lafaz saja kita enggan atau belum tahu, lalu bagaimana mungkin kita bisa merasakan, merenungkan kedahsyatan tiap lafaz yang kita baca dalam sholat. Apalagi memohonkan (berdoa) dalam sholat yang sedang kita tegakkan.

Rasulullah Muhammad saw pernah tampak begitu bersedih pada akhir peristiwa mi’raj. Rasulullah tampak enggan beranjak dan pulang kembali ke bumi, beliau masih ingin berlama-lama berjumpa Allah. Melihat itu, maka Allah menghibur beliau dengan memerintahkan untuk mendirikan sholat jika beliau merindukan suasana mi’raj. Sekali lagi bahwa sholat adalah memon yang Allah sediakan bagi kita untuk jumpa dengan-Nya. Sungguh sayang, pada momen itu kita tidak berdoa, memohon apapun yang menjadi hajat kita.

Agar maksimal dalam sholat, penting kiranya mengikuti tiga langkah berikut, dan untuk memudahkan dalam mengingatnya maka kita sebut 3 T. Apa itu? Pertama, Tau Arti. Karena sholat adalah berdoa, maka tau apa yang kita doakan adalah langkah awal yang mesti kita lakukan. Kedua, Tau Makna. Adalah penting untuk menyelami makna dibalik tiap lafaz dalam bacaan sholat. Dan ini hanya munkin ketika kita sudah tau arti dari tiap lafaz yang dibaca. Menhetahui makna lafaz akan memaksimalkan T yang ketiga, yaitu Tafakkur.

Proses yang ketiga ini akan membawa kita pada perjalanan ‘mi’raj’ yang semakin dalam. Kita akan semakin intim dengan Zat yang Maha Penjawab doa. Dan kemungkinan terkabuknya apa yang kita pinta akan semakin besar. Mengikuti tiga langkah (3 T) ini memungkinkan kita yang mendirikan sholat lebih khusyu’ dan tak sekedar menjadikan sholat sebagai ritual penggugur dosa. Mudah-mudahan kita tercatat sebagai seorang mukmin yang khusyu’ dalam sholatnya. Semoga. Wallahua’lam Bissawab

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
Sila berkunjung pula ke http://www.dfq-indonesia.org 

Ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: