Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Ads

Uang dan Kekuasaan

Uang dan Kekuasaan
Judul Buku    : Financing Politics; Politik Uang dalam Pemilihan Presiden Secara Langsung Pengalaman Amerika Serikat
Pengarang   : Herbert E. Alexander
Penerbit        : Narasi
Tebal Buku   : 344 halaman
Alih Bahasa : Dwi Pratomo, Budi Prasetyo dan Ari Budi Santoso

 

Uang dan segala yang dapat dibeli denganya terbukti telah menjadi sesuatu yang selalu penting dalam dunia politik di Amerika Serikat. Hingga kini, uang tetap menjadi sebuah sumber kekuatan untuk menjadikan para kandidat tetap menarik dan untuk memenangkan pemilihan umum.

Dr. Herbert E. Alexander dari Universitas of Southern California menceritakan bagaimana dan mengapa uang itu demikian penting yang dituangkan dalam buku yang dalam bahasa aslinya berjudul financing politic: money, election and political reform.

Pendanaan pada masa kampanye di Amerika tentu diarahkan pada bagaimana mebentuk opini, meminta dukungan dan mengingatkan pada pemilih di hari pemilihan, atau paling tidak dengan pengeluaran dana dalam kampanye mampu memperkealkan seorang kandidat.

Selain itu, masyrakat Amerika lebih cenderung memberikan suara atau memberikan dukungan kepada orang yang memang mereka kenal dan mengusung isu-isu  yang sejalan dengan kepentingan mereka. Maka uang menjadi sangat penting untuk menjadikan seorang kandidat diketahui atau dikenal oleh masyarakat meskipun tak sedikit biaya yang harus ditanggung.

Sebenarnya dalam semua masyarakat, uang adalah sebuah medium atau alat yang sangat signifikan untuk dapat menguasai energi dan sumber daya. Sebab, karakteristik uang adalah bahwa ia mudah dipindahkan dan dipertukarkan (konvertibel); uang dapat dipertukarkan ke dalam bentuk sumber daya lain, dapat digunakan untuk membeli barang, juga dapat membeli energi, keterampilan, dan jasa manusia.

Konvertibelitas uang tersebut, lantas membuat pembiayaan kegiatan politik menjadi sebuah komponen signifikan dalam seluruh proses politik kecuali pada masyarakat primitif. Namun, uang hanya sebagai perlambangan belaka, yang lebih penting adalah bagaimana dalam rangka meraih kekuasaan dan prestise atau nilai-nilai lain.

Pemberian uang telah memungkinkan sejumlah warga negara ambil bagian dalam sebuah energi yang menjadi persyaratan untuk dapat terjun ke dunia politik. Di Amerika Serikat yang relatif kaya, banyak orang yang lebih suka menunjukkan dukungan mereka terhadap seorang kandidat atau pun loyalitas mereka terhadap suatu partai tertentu dengan cara memerikan sumbangan materil, daripada mencurahkan waktu mereka kepada berbagai-kampanye atau pun aktivitas politik lainnya.

Sejarah Amerika Serikat membuktikan kian meningkatnya jumlah pemilih, dari penghapusan standar-standar kekayaan atau properti (sebagai ukuran seseorang memiliki hak pilih atau tidak), diakuinya hak pilih bagi perempuan sampai dengan lahirnya perundang-undangan mengenai hak sipil pada tahun 1960-an yang kesemuanya itu menjadi faktor penabah selain faktor pertumbuhan penduduk secara alamiah.

Pada tahun 1919 misalnya, Amerka Serikat melipatgandakan jumlah pemilih yang potensial dengan menerapkan amandemen ke-19 yang memberikan hak pilih bagi perempuan di seluruh negeri. Pada dekade 60-an sebuah langkah besar diambil dengan memberikan hak yang sama bagi para orang-rang berkulit hitam. Sementara amandemen ke-26 malah lebih menambah jumlah pemilih yang berusia antara 18-20 tahun. Dengan demikian jumlah pemberi suara semakin meningkat. (hal. 32)

Seiring dengan bertambah banyaknya jumlah pemilih, maka pembiayaan-pembiayaan untuk sebuah pemilihan pun bertambah dengan begitu pesat, sebab, usaha untuk menjangkau para pemilih pun semakin meluas. Hal ini dilakukan secara langsung dengan perjalanan menggunakan pesawat terbang, maupun secara tidak langsung dengan surat-surat dan media massa.

Selama beberapa dekade, munculnya sikap tidak peduli para pejabat publik terhadap sebuah pembaharuan yang serius dalam bidang pembiayaan politik adalah sebuah kelaziman di Washington.

Pada tahun 1952 ketika pertama kalinya seluruh biaya penyelenggaraan pemilihan kepresidenan dihitung, diperkirakan sebesar $ 140 juta dihabiskan untuk membiayai pemilihan-pemilihan maupun aktivitas partai-partai politik pada seluruh tingkatan pemerintahan. Dua puluh tahun kemudian, jumlah tersebut meningkat amat pesat menjadi tiga kali lipat lebih banyak, yaitu sebesar $ 425 juta. (hal. 37)

Dalam banyak hal, berbagai undang-undang, baik yang diberlakukan oleh pemerintah federal maupun pemerintah negara bagian, hampir kesemuanya cenderung bersifat negatif; tujuan utama undang-undang tersebut adalah untuk membatasi bagaimana uang tersebut digunakan.

Presiden Kennedy adalah orang pertama pada zaman modern yang memberikan perhatian serius pada masalah pembiayaan kampanye dan menganggapnya sebagai persoalan perlu mendapat perhatian. Perhatiannya ditunjukan dengan mengangkat sebuah komisi yang menagani pembiayaan kampanye atau Commission on Compaign Cost (CCC) yang bersifat bipartisan.

Hal ini menandai telah dimulainya sebuah zaman pembaharuan. Sayangnya hal tersebut akhirnya terhenti pada tahun 1971 ketika pihak kongres meloloskan dua buah kebijakan yaitu undang-undang tentag kampanye pemilu dan undang-undang tentang pendapatan.

Sampai dengan ketika komisi Kennedy tersebut dibentuk, sebagian besar undang-undang mengenai pembiayaan politik dimaksudkan untuk mengatasi dan mencegah pelanggaran yang demikian menyolok. Komisi ini beranggapan bahwa para politisi yang jujur dapat mengupayakan pembiayaan atas pengeluaran-pengeluaran kampanye mereka dengan uang yang mereka miliki atau pun dari sumbangan-sumbangan yang bersih.

Upaya-upaya untuk membebaskan para kandidat dari ketergantungan terhadap seseorang atau pun suatu kelompok kepentingan tertentu biasanya berbentuk sebuah pembatasan-pembatsan atau larangan-larangan menerima sumbangan-sumbangan dari sumber-sumber yang dianggap meragukan. Selain itu juga dibatasinya dana pengeluaran kampanye agar pengeluaran yang berlebiahn dapat diatasi.

Berangkat dari persoalan mendasar mengenai fungsi dan peran penting uang dalam pemilihan dan bagaimana uang diperoleh, serta bagaimana uang memberikan manfaat yang positif dan sekaligus juga dapat mendatangkan manfaat negatif.

Dengan mengetengahkan sebuah fenomena pemilihan umum di Amerika Serikat disertai dengan berbagai permasalahan yang mewarnai setiap pelaksanaannya mejadikan buku yang ditulis Herbert E. Alexander ini perlu mendapat apresiasi dari semua kalangan terutama mereka yang berkecimpung dalam dunia politik sekaligus hendak meraih kekuasaan.

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
Sila berkunjung pula ke http://www.dfq-indonesia.org 

Ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: