Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Ads

PemimpinMulia

PemimpinMulia

Menjadi pemimpin bukanlah sebuah pilihan. Pemimpin adalah tugas mulia yang melekat sebagai amanah seiring terlahirnya seorang manusia ke dunia. Lihatlah Allah begitu luar biasa menjawab ‘keraguan’ penduduk langit atas rencana-Nya menciptakan Adam as. sebagai manusia pertama yang akan bertugas memimpin bumi. Setelah para malaikat betanya: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Dengan sangat yakin Allah menjawab keraguan itu: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’

Jika menjadi pemimpin bukanlah pilihan, maka menjadi PemimpinMulia adalah sebuah keharusan. Tak ada cara lain yang lebih pantas untuk membuktikan pembelaan Allah atas keraguan para malaikat, selain terus memanaskan diri untuk menjadi PemimpinMulia. Ada balasan yang akan diperoleh oleh setiap pemimpin, sebagaimana Rasulullah saw. mengingatkan, ‘kamu sekalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa-apa yang dipimpinnya.’

PemimpinMulia adalah mereka yang tidak hanya berhasil mengelola dirinya sendiri. Tapi dengan potensi yang ada dalam dirinya mampu menghantarkannya pada kesuksesan pribadi sehingga mau dan mampu menghadirkan manfaat sebanyak mungkin untuk kehidupan umat manusia. Bukankah dia yang disebut sebagai sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain? Begitulah PemimpinMulia, ia membalas pembelaan Allah atas dirinya dengan mengabdikan diri untuk kehidupan.

Untuk memantaskan diri menjadi PemimpinMulia, setidaknya tiga langkah berikut dapat membantu mempermudah jalannya. Pertama, PemimpinMulia harus mampu memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum menghadirkan manfaat buat orang lain (self leadership). Langkah pertama ini merupakan pondasi yang kelak memungkinkan PemimpinMulia memuliakan orang lain. Semakin kuat pondasinya, semakin mudah PemimpinMulia menjalankan tugas kekhalifahannya.

Kedua, PemimpinMulia harus mau dan mampu menghebatkan orang lain. Harus ada kesadaran untuk melahirkan PemimpinMulia lainnya (creating leader). Kemulian seorang pemimpin akan terlihat dari seberapa besar manfaat yang dirasakan dari kehadirannya. Dan bukankah menciptakan PemimpinMulia lainnya adalah upaya untuk memberi manfaat kepada orang lain. PemimpinMulia mempersiapkan banyak penerus yang membuat visinya abadi meski tugasnya di dunia sudah dinyatakan berakhir oleh Sang Pemberi Amanah, Allah swt.

Ketiga, PemimpinMulia tak hanya mengembangkan diri dan menghebatkan orang lain, ia menyiapkan lingkungan kondusif yang memungkinkan langkah pertama dan kedua berjalan dengan baik, PemimpinMulia membangun sistem. Keberhasilan PemimpinMulia nantinya dapat diukur dari apakah sistem tetap berjalan meski dirinya sedang tak ada. Pada konteks ini,  PemimpinMulia harus melibatkan seluruh sumberdaya agar berpegang teguh pada nilai-nilai, visi juga misi bersama, selain itu memberi makna pada setiap ikhtiar yang sedang dilakukan, bahwa ini adalah tugas mulia sebagai ibadah bersama yang dipersembahkan kepada Allah swt. sebagai bukti terimakasih atas kepercayaan-Nya.

Akhirnya, menjadi PemimpinMulia adalah ikhtiar untuk menjadi sebaik-baik manusia yang menhadirkan manfaat sebanyak mungkin bagi kehidupan. Sekaligus menjawab pembelaan Allah atas keraguan para malaikat, bahwa memang kita manusia layak disebut ciptaan yang paling sempurna dan pantas memimpin dunia. Dengan itu, semoga kita berhak mendapatkan kebaikan dunia dan kebahagian di negeri akhirat, semoga. Wallahu ‘Alam Bissawab.

 

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Ingin berbincang lebih lanjut, silahkan follow twitter saya di @julmansyah07
Sila berkunjung pula ke http://www.dfq-indonesia.org dan http://jujulmaman.blogspot.com

Ads

No Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Memimpin Diri | Julmansyah Putra - […] Kunci keberhasilan memimpin orang lain dimulai dari kesanggupan untuk menaklukkan diri sendiri. Saat masih ‘nyantri’, nasehat yang sering saya…

Leave a Reply

%d bloggers like this: