Pages Navigation Menu

Sebaik-baik manusia adalah yang menghadirkan manfaat untuk sesama

Ads

Contoh Impromptu Speech Dengan ‘Rumus 3 P’

Contoh Impromptu Speech Dengan ‘Rumus 3 P’

Pada tulisan sebelumnya (Impromptu Speech: Bicara Dadakan Tanpa Kelabakan), salah satu tips menghadapi impromptu adalah dengan menggunakan rumus 3P (Pembukaan, Pembahasan, dan Penutupan). Rumus 3P merupakan alur materi pembicaraan agar sistematis. Dengan mengingat rumus ini, kita akan tertuntun saat berbicara, kita hanya perlu mengisi tiga bagian itu dengan pembahasan yang sesuai dengan agenda kegiatan yang kita hadiri.

Berikut ini contoh impromptu speech dengan menggunakan rumus 3P. Situasinya: kita menghadiri acara wisuda di kampus sebagai alumni. Karena alumni yang seharusnya memberikan sambutan berhalangan, akhirnya kita yang mendadak diminta mewakilinya.

Bagian Pertama, pembukaan. Biasanya pada bagian pembukaan diisi dengan salam, ucapan penghormatan dan terimakasih (ketika mengucapkan penghormatan, akan makin sempurna jika menyebutkan nama orang yang dituju). Setelah itu, tentukan teknik pembukan yang memukau, apakah dengan cerita, quote, data, menyampaikan manafaat, dan pertanyaan (untuk menambah referensi, silahkan klik di sini Membuka Presentasi). Dalam contoh ini, saya menggunakan teknik bercerita. Nah, sekarang mari kita rangkai menjadi kalimat.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kepada yang terhormat bapak/ibu Rektor beserta jajarannya, bapak/ibu Dekan beserta jajaran yang kami banggakan, kepada bapak dan ibu dosen yang kami muliakan. Kepada seluruh orangtua para wali mahasiswa yang juga kami mulyakan. Para alumni dan tamu undangan yang hadir dan seluruh calon wisudawan dan wisudawati yang berbahagia. Terimakasih untuk kesempatan yang luar biasa ini, karena kembali kami bisa bernostalgia, mengenang ketika dulu kami berada di posisi ini. Sebuah momentum yang luar biasa dan tak terlupakan. .

Saya masih ingat, dulu ketika wisuda, setelah keluar dari ruangan, seorang sahabat yang datang menjabat tangan saya dan mengatakan, ‘welcome to the jungle’. Sambil membalas dengan terimakasih, kami tertawa bersama. Waktu itu saya tak paham apa yang ia maksudkan, belakangan saya baru memahaminya ketika benar-benar sudah selesai dari kegembiraan wisuda dan menghadapi dunia ‘nyata’. Yes inilah ‘jungle’ yang ia maksudkan, saya harus menikmati sulitnya mencari kerja, harus siap terlibat di tengah masyarakat, harus punya semangat lebih, dan sebagainya.

Saya masuk pada sebuah kehidupan baru, kehidupan yang tentu saja berbeda dengan kehidupan kampus ketika menjadi mahasiswa. Waktu mahasiswa semua bisa ‘dimaklumi’, ketika salah kita dimaklumi namanya juga masih belajar, kita belum bekerja juga dimaklumi, namanya juga mahasiswa, dan sebagainya. Tapi ketika kita sudah selasai dan kembali ke kemasyarakat, kita harus menyadari bahwa tuntutannya akan lebih berat.

Tapi, syukur alhamdulillah. Semua bekal untuk masuk ke belantara kehidupan itu sudah kita dapatkan selama menajdi mahasiswa di kampus kita tercinta ini. Kita hanya perlu mengulang, mempraktekkan, dan melakukan penyesuaian dengan keadaan yang sesungguhnya.”

Bagian Kedua, pembahasan. Pada bagian ini, cukup membahas tiga point saja. Dalam public speaking dikenal dengan rule of three (aturan tiga). Ini memudahkan audiens mengingat apa yang kita sampaikan. Mari kita rangkai menjadi kalimat.

“Wisudawan dan wisudawati yang berbagaia. Ada tiga fase yang sudah kita lalui dan akan kita hadapi sebagai seorang insan akademis. Fase pertama adalah masa kuliah, fase kedua wisuda, dan fase ketiga kehidupan setelah wisuda.

Pada fase pertama, dimana kita masih berstatus mahasiswa. Kita dibekali berbagai macam ilmu dan keterampilan. Kampus itu semacam tempat inkubasi bagi mahasiswa. Kita disiapkan untuk belajar banyak hal, mulai belajar teori sampai disiapkan belajar langsung di lapangan. Apa fungsinya? Ya, semua itu dalam rangka kita menghadapi fase selanjutnya; fase setelah wisuda. Atau dalam bahasa sahabat saya tadi adalah ‘jungle’.

Fase kedua, adalah hari ini, momentum wisuda. Selain acara seremonial pelepasan para sarjana. Sejatinya momentum ini merupakan ruang silaturahmi, baik dengan sesama wisudawan dan wisudawati, juga dengan para dosen dan alumni. Sebuah kesempatan untuk berjejaring, meraba dan mempersiapkan diri untuk masuk ke fase berikutnya. Ingat silaturahmi itu membuahkan dua hal, umur yang panjang dan kemudahan rezeki. Bisa jadi kesempatan dan peluang kita dapatkan informasinya dari orang-orang yang kita jumpai pada hari ini. Untuk itu, jangan asik sendiri, lakukan interaksi, jalinlah komunikasi.

Para hadirin yang kami hormati, Fase yang ketiga adalah kehidupan setelah wisuda. Pada fase inilah kita berhadapan dengan kenyataan dan tantangan kehidupan yang sesungguhnya. Ilmu, pengalaman, dan jaringan yang kita dapat selama masa inkubasi (belajar di kampus) bisa jadi semacam kompas penuntun untuk menjelajah belantara yang luas. Dengan semua bekal itu, insyaAllah kita tidak akan mudah tersesat dalam belantara.”

Bagian Ketiga, penutupan. Ulangi tiga kata kunci yang ada dalam bagian pembahasan sebagai kesimpulan. Tutup dengan teknik penutupan yang memukau (untuk menambah referensi, silahkan klik di sini Menutup Presentasi). Mari kita rangkai menjadi kalimat.

“Akhirnya, itulah tiga fase yang sudah dan akan kita lalui sebagai seorang insan akademis; fase sebagi mahasiswa, fase wisuda, dan fase kehidupan setelah kita menyandang gelar sarjana.

Kedepan, jalan kita masih panjang, yang perlu kita kalukan membersiapkan dan mengahdapinya. Sebuah pepatah dengan baik mengatakan bahwa, “man ‘arofa bu’das safari ista’adda”, barang siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan hendaknya dia mempersiapkannya’. Untuk itu, sahabat-sahabtku sekalian, teruslah belajar, tetaplah terhubung, dan selalu bahagia. Terimakasih. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Welcome to the jungle.

Demikianlah contoh penerapan rumus 3P dalam impromptu speech. Rumus ini bisa diterapkan dan disesuaikan dengan tema acara dimana kita tiba-tiba diminta untuk berbicara. Kita hanya perlu mengingat alur pembicaraan yang sistematis (pembukaan, pembahasan, dan penutupan), kemudian kemas dalam sebuah cerita yang kita tau dan alami. Apakah kamu sudah siap mempraktekkannya? Selamat mencoba.

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Yuk lanjut silaturahmi di instagram @motivapicture dan di facebook Julmansyah Putra

Ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: