Pages Navigation Menu

Mengabdi Untuk Kehidupan

Ads

Impromptu Speech: Bicara Dadakan Tanpa Kelabakan

Impromptu Speech: Bicara Dadakan Tanpa Kelabakan

Apa reaksi Anda ketika menghadiri sebuah acara, tiba-tiba diminta berbicara? Kaget, jantung berdegup, gemetar, tiba-tiba sulit mengatur nafas, dan lain sebagainya. Biasanya, terutama bagi kita yang minim jam terbang akan mencari seribu alasan untuk menghindar; ‘jangan saya deh, nah lho saya harus bicara apa? saya tidak ada persiapan,’. Bicara spontan dengan persiapan yang minim bahkan tanpa persiapan sama sekali itulah yang dikenal dengan impromptu speech dalam public speaking.

Dalam tulisan ini kita akan berbagi cerita dan tips untuk menghadapi impromptu speech; agar saat diminta bicara dadakan tapi tidak kelabakan. Momentum bicara dadakan tidak hanya berupa sambutan dalam sebuah acara, impromptu speech bisa juga dalam bentuk wawancara secara tiba-tiba soal sebuah peristiwa yang kebetulan kita ada di tempat kejadian, bisa juga ketika kita ‘ditodong’ menjadi MC pengganti dalam sebuah seminar karena yang harusnya bertugas tiba-tiba tidak bisa hadir dalam acara.

Pernah, suatu ketika menjadi panitia sebuah seminar, saya diminta menggantikan pembawa acara yang mendadak tidak bisa hadir. ‘Jangan saya lah’, reaksi saya spontan. Saya panik. Meskipun begitu saya tetap berusaha kelihatan cool. Sambil mencari-cari alasan, saya meminta yang lain untuk mengambil peran sebagai MC pengganti yang acaranya akan dimulai beberapa menit lagi. Celakanya, semua juga menolak dan justru menyemangati saya untuk maju.

Saya selalu gugup jika menghadapi acara yang sifatnya formal. Dan ini acaranya seminar di kampus, dengan pembicara para tokoh yang secara akademis tidak diragukan lagi kemampuannya. Dalam perasaan yang tidak karuan itu, hal pertama yang saya lakukan adalah mengambil selembar kertas dan pulpen. Dibantu oleh teman yang lain, kami mulai menulis sususan dan pengisi acara, sambil berpikir apa yang harus diucapkan nanti di setiap bagiannya.

Meski cukup sulit dengan situasi seperti itu, saya mencoba berpikir cepat dan mengingat-ingat kembali teknik-teknik public speaking yang pernah dipelajari. Sementara itu rasa gugup saya belum juga pergi, meski sedikit sudah bisa terobati. Belakangan saya menyadari, apa yang saya alami itu disebut impromptu speech. Lalu apa yang perlu kita lakukan ketika mengalami kondisi seperti itu? Meski diminta bicara dadakan, tapi tidak kelabakan. Berikut ini beberapa hal yang penting diperhatikan.

Pertama, jangan panik. Kaget ketika tiba-tiba diminta bicara sudah pasti ada, tapi jika berlebihan akan berubah menjadi kepanikan. Saat panik yang terjadi justru semakin membuat keadaan memburuk. Bingung harus bagaimana, ngeblank, gugup, dan sebagainya adalah reaksi yang lahir dari kepanikan yang dialami.

Bagaimana mengatasinya? Cobalah untuk mengatur pernafasan. Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan. Itu akan sedikit membuat kita tenang dan jika dilakukan dengan baik akan menenangkan sistem saraf, meningkatkan fokus, juga mengurangi stres. Selain itu, tetaplah berpikir positif. Pernah terpikir kenapa kita yang diminta bicara? Itu artinya kita dipercaya. Berbahagialah, nikmati itu sebagai sebuah proses untuk bertumbuh dan menambah jam terbang.

Kedua, siapkan yang teringat. Biasanya meski dadakan, kita masih punya sedikit waktu sebelum kita maju untuk memulai pembicaraan. Manfaatkanlah sedikit waktu itu untuk merumuskan point-point yang akan disampaikan. Ambil kertas dan pulpen (bisa menggunakan smart phone) dan mulailah mencatat kata kunci yang nanti akan disampaikan.

Tapi jika tak sempat untuk membuat catatan, kita bisa menggunakan rumus 3P (Pembukaan, Pembahasan, dan Penutupan). Rumusan ini merupakan alur dari sebuah pembicaraan. Kita hanya perlu mendisiplikan alur pembicaraan kita agar tetap sistematis. Memahami dan mengingat alur tersebut, akan membantu dan menuntun kita untuk berkata tentang apa pada tiap bagiannya. insyaAllah pada tulisan selanjutnya akan saya beri contoh penggunaan rumus ini.

Ketiga, perkaya referensi dan jam terbang. Ingatlah, bahwa cara terbaik menghadapi kemungkinan bicara dadakan tanpa persiapan adalah dengan mempersiapkannya. Salah satu cara mempersiapkan diri menghadapi impromptu speech adalah dengan membaca dan latihan. Kita akan sangat terbantu jika kita memiliki banyak ragam topik bahasan, apalagi bersedia meluangkan waktu melatih secara lisan dan menuliskannya. Ketika tiba-tiba diminta bicara, kita hanya perlu memutar ulang apa yang sudah kita latih dan tuliskan.

Bagaimana? Apakah cerita dan tips di atas bisa membantu? Jika punya pengalaman serupa, kamu bisa berbagi di kolom komentar ya, agar semakin banyak pengalaman yang bisa kita pelajari bersama. Selamat berbagi dan semoga bermanfaat.

Salam Powerful…!

Julmansyah Putra

Yuk lanjut silaturahmi di instagram @motivapicture dan di facebook Julmansyah Putra

Ads

No Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Contoh Impromptu Speech Dengan Rumus Tiga ‘P’ | Julmansyahputra - […] tulisan sebelumnya (Impromptu Speech: Bicara Dadakan Tanpa Kelabakan), salah satu tips menghadapi impromptu adalah dengan menggunakan rumus 3P (Pembukaan,…

Leave a Reply

%d bloggers like this: