Pages Navigation Menu

Jadilah Taat dan Bermanfaat

Ads

Tenzing Norgay: Sang Penakluk ‘Everest’ yang Sesungguhnya

Tenzing Norgay: Sang Penakluk ‘Everest’ yang Sesungguhnya

‘Karena itu adalah mimpi Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya adalah berhasil dan membantu menghantarkannya meraih impiannya’.

Puncak gunung tertinggi di dunia adalah Mount Everest. Ketinggiannya mencapai 8. 848 meter di atas permukaan laut. Tidak mudah untuk menginjakkan kaki di puncaknya. Pada ketinggian tertentu ketersediaan oksigen semakin terbatas. Tak jarang banyak yang meninggal dalam pendakian ke puncak Everest.

Meski sekarang sudah banyak yang berhasil mencapai puncak Everest, tapi dulu menaklukkan Everest adalah hal yang dianggap mustahil. Maka, itu menjadi impian para pendaki gunung dari seluruh dunia.

Pada tanggal 29 Mei 1953, pukul 11.30, adalah Edmund Hillary, pria berkebangsaan Slandia Baru menjadi orang yang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan gunung Everest. Kembanggaan luar biasa yang menjadi penghibur lara warga dunia di tengah kerusakan perang dunia kedua yang baru berakhir.

Mendengar berita gembira itu, Ratu Elizabeth II bahkan menganuggrahkan gelar kebangsawanan kepada Sir Edmund Hillary.

Tapi tahukah sahabat, bahwa ada sosok pemandu hebat yang menghantarkan Sir Edmund Hillary menuju puncak Everest. Dia adalah Tenzing Norgay, yang sering disapa Sherpa Tenzing. Sherpa adalah panggilan untuk pemandu dalam bahasa lokal di Nepal.

Secara fisik, Sir Edmund Hillary lah orang yang pertama menaklukkan Mount Everest, tapi dalam pemaknaan yang lebih luas, Sherpa Tenzing adalah penakluk sesunggugnya dari puncak tertinggi di dunia itu.

Kok bisa?

Ya, sebagai pemandu, Tenzing Norgay tentulah berjalan di depan Edmund Hillary ketika melakukan pendakian. Maka sangat mungkin bagi Sherpa Tenzing menjadi orang pertama yang menginjakkan kakinya di puncak Everest. Tapi itu tidak dilakukannya.

Ketika satu langkah lagi sampai di puncak, sherpa Tenzing mempersilahkan Sir Edmund Hillary melangkah maju untuk menjadi orang yang pertama menginjakkan kakinya di gunung tertinggi di dunia itu.

Sherpa Tenzing mengabaikan semua keuntungan yang akan dia dapat, jika menjadi orang pertama yang menaklukkan puncak Everest; popularitas, kehormatan, kebanggaan tentulah akan dia dapatkan. Sekali lagi itu tidak dilakukannya.

Sherpa Tenzing berhasil menaklukkan gunung keegoisan, keserakahan, dan kerakusan dalam dirinya. Dia tetap menjalankan dengan baik tugasnya sebagai sherpa; sebagai pemandu, menghantarkan Sir Edmund Hillary menuju puncak Everest.

Sebagaimana jawabannya kepada wartawan ketika ditanya kenapa kamu tidak melakukan itu? (maksudnya mengambil kesempatan menjadi pendaki pertama yang sampai ke puncak Everest). Dengan mantap sherpa Tenzing menjawab: ‘Karena itu adalah mimpi Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya adalah berhasil dan membantu menghantarkannya meraih impiannya’.

Kesuksesan itu bukan hanya soal aku, aku, dan aku. Kesuksesan sejati adalah kerelaan berbagi kesempatan kepada orang lain untuk menggapai mimpinya, untuk meraih bintang terang dalam hidupnya. Tenzing Norgay adalah contoh hidup sang juara, yang berhasil menaklukkan ‘Puncak Everest’ yang sesungguhnya.

Salam Hangat,

Julmansyah Putra

Ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: